Selasa, 05 November 2019

NAMAMU TETAP DIHATI WALAU KAU TAK DI SISIKU LAGI


Surat terakhir ini akan ku simpan slalu..dan namamu akan tetap berada dihatiku dan senyum terakhir yang kamu berikan untukku akan selalu berada dalam benakku

 Yang jelas pada bulan itu aku telah jatuh hati padamu–atau hanya sekedar suka, entahlah. Mungkin aku yang salah mengartikan antara suka,cinta dan hanya tergoda. Tapi apapun itu pada akhirnya kau dan aku bisa menjadi kita walau hanya sementara
 Tapi aku sadar bahwa didalam kisah hidup manusia tidak akan pernah ada yang sempurna. Jika detik ini kita sedang merasa bahagia pun tidak menutup kemungkinan esok lusa atau bahkan beberapa menit kemudian kita akan merasakan sedih terluka
Mungkin aku yang salah memilih langkah pada awal kisah kita, atau mungkin aku terlalu terburu-buru dalam mencintaimu. Tapi apakah perasaan bisa disalahkan begitu saja? Bukankah urusan perasaan (Rasa suka) selalu saja datang seenaknya. Kita tidak akan pernah tahu kapan rasa suka kepada seseorang itu akan muncul, disaat pertama kita melihatnya, setelah kita kenal lama atau bahkan setelah orang itu tiada. Kita tak pernah tahu bukan?
Seperti halnya pertama kali aku menyukaimu. Aku tak pernah tahu dirimu sebelumnya, dari belahan bumi mana kau terlahir, di sebelah mana kau menetap tinggal aku tidak pernah tahu. Tapi takdir selalu saja memiliki cara unik untuk mempertemukan seseorang. Aku hanya mencoba menjalani sesuai apa yang harus aku jalani.
Sempat kita merangkai rencana-rencana indah untuk kedepanya. Namun manusia memanglah hanya bisa berencana sedang semuanya Tuhan yang menentukan. Tak mengapa aku tak menyesalinya sekalipun kepergianmu dari cerita hidupku membuat sesak

Aku belum pernah merasakan jatuh hati seperti ini sebelumnya atau mungkin aku sudah lupa bagaimana rasanya jatuh hati. Tapi bersamamu melewati hari-hari sulit dan saling menguatkan membuatku mengerti kalau hidup harus diperjuangkan, termasuk Cinta.

Aku pikir kekuatan cinta dan doa bisa mengalahkan segalanya termasuk takdir. Nyatanya aku salah besar. Disini mungkin kita berdua memiliki cinta tapi sepertinya hanya aku yang berjuang dan berdoa. Ketika aku mengira sudah memenangkan takdirku seketika itu pula takdir membalikkan semuanya. Aku yang semula menyangka kau akan kuat dan tak akan menyerah begitu saja tapi lagi-lagi aku salah. Kau memutuskan untuk mengakhiri semua meski dengan teramat terpaksa (setidaknya begitu dari yang kulihat raut wajahmu )
Setelah sekian lama aku bertahan untukmu dan menjalani berbulan-bulan dalam hubungan yang tak ada kepastian. Akhirnya aku harus merasakanya tertusuk tepat dihati yang paling dalam. Mungkin kamu tak pernah tahu rasanya sakit itu. Aku seperti daun kering yang jatuh tepat diatas pasir hisap. Perlahan tertelan dan kemudian tenggelam hilang.
Butuh berbulan-bulan pula diriku untuk kembali bangkit dari keterpurukan itu. Karena melupakanmu tak bisa secepat aku jatuh cinta kepadamu. Seperti janjiku padamu waktu itu, bahwa aku akan merelakanmu meski pada akhirnya kamu tak bersamaku. Harapan dan impian yang dulu pernah kita rangkai biarlah terbengkalai. Hanya menjadi kenangan antara kau dan aku. Antara kita saja.
DI SUATU PAGI YANG HANGAT MENYAPA,,,
Secangkir kopi dan ocehan ocehan tentang  pernikahanmu denganya membuatku semangat bekerja hari ini. Sempat aku berpikir bahwa terlalu cepat dirimu menikam jantungku, tapi aku sadar. Untuk apa berlama-lama mempertahankan ketidakpastian kalau pada akhirnya akan mematikan juga. Terimakasih atas waktu dan kenangan yang pernah kita jalani. Terimakasih untuk rasa kehilangan yang menyadarkanku kalau cinta tak bisa diperjuangkan sendirian. Dari kisah kita, aku belajar bahwa mencintai bukan perihal kau dan aku saja,tetapi juga orang-orang disekitar kita. Meski sejatinya hanya sedikit saja orang yang benar-benar peduli pada kita. Aku sadar kisah kita telah selesai sampai disini dan kau sudah mengawali kisah baru dengan orang baru. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SAHABAT YANG MULAI MENJAUH

Aku nggak enak hati jika harus mengganggu dan merepotkan sahabatku. Nggak pengen juga menyakiti perasaan sahabatku. Aku nggak kuasa juga ka...