Hatiku memang kering tanpa curahan kasih sayang,lelah...lelah aku menunggu curahan cinta atau bahkan hujan kasih sayang dari sosok wanita,apakah sampai mati aku tak dapat sosok itu,atau kah sampai tulisan diatas itu benar-benar terjadi,Entahlah...
Sebenarnya tak seharusnya aku hanya jadi sang pemimpi yang bermimpi mendapatkan sesosok wanita yang sempurna di mataku harusnya aku bercermin dari masa lalu yang setiap hari terus menghantui hari-hari ku,betapa bodohnya aku waktu itu,aku yang jelas-jelas sudah menemukan gadis yang sempurna di mataku,tapi kenapa waktu itu aku tak segera datang ke orang tuanya dan nekat melamar,Ah...benar-benar bodoh aku,kenapa hanya karena takut berkomitmen aku jadi kehilangan dia,kurang apa dia...dengan rela nya dia aku ajak menjalani hubungan tanpa status,aku bahkan tak pernah menembak dia,kita sama-sama tau kalau saling mencintai,kita tak pernah tau apa itu pacaran,kita menjalani hubungan seperti alir yang mengalir.
Lagi...aku memang bodoh,hanya karena waktu itu belum bekerja dan masih berstatus pengangguran aku tak berani pacaran,aku benar-benar menggantung dirinya,pacar bukan,sahabat bukan,lebih tepatnya teman tapi mesra,akhirnya dia merasa bosan juga dengan hubungan yang tak jelas kemana arah tujuan hubungan dan dengan tanpa dosa dia meninggalkanku dan memilih menikah dengan orang lain,sakit...rasanya hati ini,bahkan untuk menghadiri pesta pernikahannya aku tak kuasa,aku tak sanggup melihatnya bersama dengan lelaki lain,rasanya hatiku hancur berkeping keping,hanya karena kebodohanku aku benar-benar kehilangan dia.
Walaupun dia telah menikah dengan orang lain tapi aku tetap mencintainya,aku tetap tak bisa melupakan wajah ayu dan menghapus semua kenangan bersamanya,aku bahkan masih saja menyimpan surat darinya dan masih saja terus mencintainya,bahkan sampai kini dia telah mempunyai buah hati aku masih saja mencintai dan mengharapkannya segera menjadi janda,gila...aku memang gila...
Tahun demi tahun aku lewati,tapi pergantian tahun itu tetap saja tak dapat menghapus wajah dan kenangan-kenangan bersamanya,mau berusaha sekuat apapun aku tetap tak bisa,aku berusaha mencari penggantinya,dan berusaha mencari sosok yang hampir mirip dengannya,tapi tetap saja tak ada yang sama dengannya,Aku memang manusia bodoh,harus mau sampai kapan aku begini,kalau aku terus mengharapkan dia,mau sampai kapan,bukankah lebih menyakitkan kalau aku terus mencari sosok sepertinya,kenapa aku masih saja menoleh ke masa lalu,,,,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar