Seseorang akan merasa kecewa jika kerja keras atau kebaikannya tidak dihargai orang lain. Ia akan merasa hal yang dilakukannya hanya sia-sia saja.
Jika ia melihat orang lain—yang tidak lebih baik darinya—lebih dihargai orang lain, tentu ia akan sangat kecewa. Ia pun akan menganggap lebih baik menjadi seperti orang tersebut daripada tetap menjadi dirinya sendiri, namun tidak dihargai orang lain.
Seseorang yang memiliki masa lalu yang kelam—seperti mendapatkan perlakuan yang buruk dan mendapat ketidakadilan dalam hidupnya—umumnya akan melampiaskan semua amarahnya pada orang lain di masa mendatang.
Ia mengubah kepribadiannya menjadi orang jahat agar bisa melampiaskan semua penderitaannya di masa lalu. Bisa juga sebagai bentuk pertahanan baginya agar tidak mudah ditindas lagi oleh orang lain.
Nah, itulah alasan logis mengapa orang baik bisa berubah menjadi orang jahat. Menjadi orang jahat atau orang baik adalah pilihan bagi setiap individu. Namun, seperti apa kehidupannya di masa depan, tergantung bagaimana sikapnya pada orang lain
Hukum alam tetap berlaku: siapa yang menanam kebaikan, dia juga akan mendapatkan kebaikan. Sementara, siapa pun yang menanam keburukan, dia juga akan menuai hasil dari keburukannya tersebut. Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar